Derai Jeruji Tawa

 

Tubuhnya kuyup bermandi nanah sedikit darah merah
Satu baris puisinya tak mampu terselesaikan di tanah makam
Tangan kanan menampar pipi kiri
Nanar, ada suara kecil memanggil dirinya

Matanya terpicing ketakutan
Satu persatu giginya terlepas dari gusi biru
Remuk redam sudah siasat mereka
Menyeretnya di pengadilan bawah tanah

pixabay.com

Raganya menampik pedih lara
Atau bahkan telah mati rasa
Retina matanya mengalir darah
Sudah biasa, katanya.

Beberapa bulan lampau,
Paduka mengaku pemuja kedamaian
Paduka mengaku cinta keadilan
Tapi ia disayat perbudakan
Tapi ia digantung tali ketakadilan
Di bawah embel bintang satu Tuhan

Karya: Wisnu Maulana Yusuf

Yogyakarta, 29 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *