Secarik Air Mata

pixabay.com

Teruntukmu,

Bersama ini aku kirimkan setetes asa dalam balutan doa
Seiring malam yang bersemayam dalam lelap kesunyian
lantas ia suguhkan rembulan sebagai hidangan
untuk menemani sebuah kesendirian
tak ada kata yang pantas aku ungkap,
selain ‘aku merindukanmu’
Duhai kau
silu yang tak lekas usai
perihalmu yang tak kunjung lerai
biar derai-derai terurai menjadi tinta
di atas secarik air mata.

Ayah.

Liara DivyaĀ 
Rengasdengklok, 28 November 2017 09.46AM

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *