Punggungmu Berlubang

pixabay.com

Datang lagi,
Tiada jemu kau menggoda dan merayuku
Apakah peraduanmu sudah tak nyaman lagi
Untuk apa kau berlalu-lalang di tengah malam
Bergelut udara dingin yang menggigit tulang
Kutanya kau hanya diam
Kusapa mulutmu kau bungkam
Kupeluk dirimu kau menghindar
Kepulan kabut putih memeluk diri
Hinggap pada hangatnya rengkuhan harmoni
Perempatan jalan sepi pun jadi saksi
Pertemuan yang tiada mengucap janji
Dipertengahan malam sunyi
Kuakui akan elok parasmu
Sungguh ku sayangkan saat berkata kenyataan
Dibalik rambutmu yang terurai
Dibalik tubuhmu yang lemah gemulai
Tampak punggungmu yang berlubang, yang membuatku lemah terkulai

Karya: Alfat Wisnuwardana
Malang, 28 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *