Menunggu

 

Denting waktu terus berjalan
Aku masih saja bertahan
Di tempat yang sama, dengan sejuta kegundahan yang sama
Hingga Menunggu menjadi sebuah catatan yang semakin membosankan

Menunggu adalah gelisah yang sesak dalam angan
Lamunan dalam bayang ilusi yang tak pasti

pixabay.com

Menunggu adalah kebencian
Gumpalan asa kian menderu
Menerobos relung kalbu
Mematahkan pilar-pilar rindu, satu per-satu
Sampai aku tersadar
Kau bukanlah yang terbaik untukku

Kini aku ingin kembali ke dimensi waktu
Menghentikan putarannya, saat kau berucap:
“Aku mencintaimu. Aku merindukanmu”
Ah, itu terlalu bising kudengarkan
Sebab ia hanya bualan katamu
Dan seringkali memasungku dengan rindu dan menunggu tak menentu

Takkan kubiarkan semuanya terjadi lagi
Aku ingin menghindar
Menerjang segala angan
Hingga kau tak bisa kembali memelukku
bersama debur waktu

Karya: Winda Puspitasari 

November, 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *