Rindu Ayah

pixabay.com

Kutatap langit yang kian memutih
Tersebab senyum fajar di bibir pagi
Teringat senyum yang kemarin
Yang telah sirna ditelan masa
Disaat raga kusandarkan pada jendela

Ribuan rindu telah kurentangkan
Menunggu sisa-sisa senyum kembali jatuh
Dari segumpal kenangan bersamamu
Detiknya kuratapi
Menitnya kuharapi
Tanpa kesia-siaan kujalani
Hingga sempurna rindu ini

Orang lain mungkin mengira
Aku sakit jiwa
Tersenyum bernostalgia
Tapi ini hanyalah sebuah rindu
Yang lama menggebu
Rindu akan sosok di masa muda
Seorang raja keluarga
Yang telah lama tiada.

Karya: Ach Rofi’ie

Sumenep, 27 november 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *