Kisah di Balik Ladang

 

Saat penjuru menjadi satu
Berangkai menjadi kita
Senyum tawa tetap kuasa
Meski badai dan panas sahabat setia

Kisah dimulai sejak benih tertawa
Mengintip berani siapa mentari
Berkenalan dengan udara suci
Mereka tersentuh mesra tangan kami
Hingga berbahagia membuahkan hati

Dari tangan kami
Akan ada banyak senyum semanis buah
Dari daya kami
Hadir suapan di setiap masa
Demi nyawa sahabat senegeri
Hadir sejuta bahagia di meja makan

pixabay.com

Seringkali tak dirasa indah mata
Pekerjaan mulia terlihat hina
Menggeluti lumpur
Bermahkotakan anyam bambu
Tiada putus asa meski terbelenggu
Pahlawan pemberi suapan negeri tercinta

“Bukankah petani berhak di surga?”
Dibanding tikus berdasi di kota
Di antara celoteh bintang sinema

Masihkah bangga bangsa agraris
Ketika ladangnya terus menipis
Bukan demi bahagia petani
Demi hidup setiap pemilik hati

Karya: Erin Nur Fauziah

Kediri, 27 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *