Hatimu

 

Retak- retak tanah saat kau berkata, namun kenapa?
Menyapa pun
Tak rela
Entah dimana sudimu?

Langkah seakan terbirit, melaju bagai baling bambu
saatku dengar kedatanganmu

Mana janjimu dulu
Mana manismu dulu
Apa hanya tinggal pahim empedu hatimu

Oh.. kasihku

Retak sudah hatimu
Tak mampu lagi kuberkata manis padaku

pixabay.com

Kemana kau yang dulu
Senyum manis bak rekah mawar

Laku bak mentari,
Menyinar hidupku dulu
Namun apa kini?
Kau bagai tak kenal
Mentari pagi

Apa bulan, bintang akan retak di hari lusa nanti,
Baru engkau mengerti

Hati yang retak
Akankah elok lagi
Seperti dulu
Saat hati kita tersatu dalam bingkai rindu.
Karya: Ibon Noval
Pakanbaru, 23 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *