Tuhan Aku Hilang

 

Pernahkah kau melihat pecinta yang jenuh dengan hasratnya?
Pernahkah kau lihat arca, yang terlepas dari ukirannya?
Pernahkah kau lihat kertas, yang lari dari putihnya?

Dalam perpisahan, pecinta hanyalah nama tanpa makna
Tetapi makna tercipta seperti tanpa butuh nama

Kau laut dan aku ikan
Peluk aku, rengkuh aku,
Seperti tak ada apapun lagi yang aku butuhkan

Tuhan,
Kepedihan macam apa lagi ini?
Saat kau tak ada di hati
Hati seperti berselimut duri
Tercabik, terkoyak, mati

Namun bila duri itu menatapmu
Dia surut terdiam di sudut
Sebab barang siapa memetik mawar di balik barisan duri
Maka serumpun duri akan menghadiahi mawar yang indah sekali

pixabay.com

 

Tanpa kau dunia ini azab semata
Kaya adalah coba
Miskin adalah siksa
Tampan adalah nestapa
Dan buruk rupa adalah lara
Karena hidup tanpa diri-Mu ialah neraka

Aku seperti hamba yang tersesat pada sampan kecil di atas samudra
Seberapapun aku kaya
Seberapapun aku punya segalanya
Jika tak ada Engkau: air pengobat dahaga
Maka seketika semua yang aku punya sirna

Tuhan
Lewat secarik ini aku berdoa
Matahari tetap terbit dari timur
Dan pulang pada barat
Namun diri-Mu
Sedikitpun tak nampak, aku yang hilang

Seperti jiwa yang sadar akan raga
Namun raga tak pernah sadar
Di mana letak jiwa-Nya.

 

Saestu Saget

Nganjuk, 24 November 2017.

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *