Hujan yang Tak Kunjung Reda

 

Aduhai, hujan…
Bilakah kau bersejatuh di atap rumah ayahku, sampaikan ricih rindu yang senantiasa terungkap dalam wujud airmata saat aku membayangkan wajahnya.
Buatlah ia merasa bahwa aku selalu ada di sampingnya, sebab suaramu yang bergemeletuk di atap rumahnya, adalah satu-satunya keriuhan saat keheningan melindapi dirinya.
Gigilmu tak akan membuatnya senang, tapi ia bisa menemukan kenyaman dari caranya memeluk kehangatan. Sesederhana itu ia bahagia.

Aduhai, hujan…
Ceritakan kembali padaku tentang kasihnya yang tak kosong. Berikan aku kejutan dari banyaknya keinginanku mengetahui rintih rindunya padaku. Setidaknya aku tahu, bahwa ia benar memiliki kerinduan itu.

 

pixabay.com

Aduhai, hujan…
Di atap rumahnya kau bersejatuh, menciptakan gemuruh
riuh
di atap rumahnya lalu
kau berdoa,
tak kunjung reda.

Kharisma De Kiyara. 

Ngawi, 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *