Tahtaku di Atas Kursi Biru

 

Waktu mendudukkanku dalam tenang
Dingin menyelubungi malam terang
Aku terdiam dalam sunyi
Puluhan mata dilahap sepi

Air yang tak kuasa mengalir
Tertahan dalam lubang suci
Ia larut dalam melodi
Setia menjaga tahtaku di sini

Hening berkuasa
Kelambu setia menjaga
Seirama pada dinding tercinta
Pijakan terlahir tiada berbeda
Hatiku dihanyutkan suasana

Jasadku bertahta di atas kursi biru
Hatiku terpaku oleh palu rindu
Anganku pergi jauh ke atas awan
“Akankah ada bintang ikutiku pulang?”
Sebagai sebab senyum ibu tersayang

pixabay.com

Jemariku terus menari
Melukiskan kisahku saat ini
Memeluk erat pena berisi
Bermesraan dengan kertas sehelai
Mereka enggan untuk bercerai

Kini bintang tak jauh lagi
Ingin segera aku memiliki
Tersusun rapi bagai pelangi
Bertahta di atas tempat mulia
“Bukankah aku berhak meminangnya?”

Sejenak gemuruh datang
Pertanda burung baja telah terbang
Perlahan namun kian pasti
Mereka berganti melayang tinggi
Menyeret raga dalam hasrat pergi

Peti yang melahirkan dingin
Mereka tunduk apa mau kami
Rindu bersua bersama mimpi
Inilah aku dan tahtaku di sini

Karya: Erin Nur Fauziah

Sidoarjo, 22 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *