Musim

 

kau tahu mengapa kumenjuah, meski sudah tak terhitung detik jarum jam mengabadikan kebersamaan kita
sebab denganmu tak kutemui KEMERDEKAAN dan saling menghargai

tak peduli berapa lama, tak peduli sesama
kau tetap egois, meski kucoba memahami
dan pada akhirnya kutahu, sebab kau sebut musiman

ah, musim macam apa pula itu
padahal entah berapa musim panas dan hujan yang kita lewati
tetap saja kau ucap musiman

sudah dan cukup
barangkali kita memang musiman
berubah di waktu yang tak terduga
dan tabiat akan tampak saat duka

Karya: Peka Tariska

Yogyakarta, 22 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *