Billy Doohan Oktavian

pixabay.com

Beberapa pekan lalu nyiurmu terasa menyejukkan di pelukan senja sore itu
Indahnya seketika membuatku Hanyut tersapu ruah dari sudut bibir pantai
Layangkan secebis senyum manis yang kau kemas rapi di sungkur senja
Lihatlah
Yang kau beri nama hati, umpama pagi hangat penepu jiwa menyengat sukma

Di kekangan waktu kulukiskan hari tersyahdu bersamamu
Oleh sekelebat nuri menjadi saksi bisu lembaran puisi
Ohh
Hilang sudah sepi dalam jazirah besi
Anganan mimpi sepintas janji membuatnya berterbaran
Nyaman, itulah makna terbaik tanpa penuh ungkapan

Orang bilang saat kau memasuki labirin enigma ilusi
Kau akan tau nikmatnya berimajinasi
Tapi sungguh ini nyata bukan fiksi
Aroma secangkir rindu kini bak jeruji
Variabel suasana hati mengurungku dalam penuh tubir-tubir bebatuan
Ingin aku ingin sedingin salju
Atas waktu kian berlalu
Nyanyian merdu suaramu sungguh menambah rindu

Karya: Dwi Susiani 

Bandarlampung, 21 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *