Rapuh

 

Inginku menentaskan rindu yang hampir mengkristal kala riuhnya terdengar pelik di batas kalbu
Inginku bercerita semalam suntuk pada purnama jika saja ia datang nanti malam
Tenanglah
Aku cukup tenang menahan rindu meski kelabu menyayat hati
Tak perlu purnama untuk kesekian kali menunggu

pixabay.com

Hidangkan saja satu buah pena lalu kertas kosong
Aku akan mulai bercerita detik ini
Tentang sosok hitam yang tengah berdiri di ujung pintu, pandangannya sungguh seperti pualam
Apa salahku? Hanya segaris merah teriris rapi di pergelangan tangan
Terukir vertikal bermakna mendalam
Hening seketika menyelimuti
Beberapa benda mulai membayang, garis hitam menarik masuk bola mataku
Aku jatuh, terjerembab jauh
Dayaku hilang keseimbangan

Dwi SusianiĀ 

Bandarlampung, 20 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *