Betapa Adamu

pixabay.com

Kendati mata dan arah pandangku luput
adamu kian meriwayati nadi
melenguhkan kekhilafan, menyurati ketabahan

betapa adamu, paruhan genap gasalku
betapa arif adamu, betapapun cintanya aku

Sungguh lagi kuramu segala tafsiran ini
cantik dan ayu, pun senyum
yang tersadur dalam larikan puisi

kuimani kau dalam sunyi, kupuji kau dalam zikir
membiaklah di mimpi, meretaslah di takdir
biar padamu jua kiasan harapku berakhir

Bahkan di unggunan rayu kian berapi hasratku
membara terpantik temu, menggebu terhimpit rindu

Oleh: Daffa Randai
Yogyakarta, 16 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *