Semoga Puisi

pixabay.com

Setiap pejam mata
Seseorang bernama kenangan
Selalu memenuhi semesta ingin dan angan.

Harus seselesai apa aku mencintaimu(?)

Orang orang selalu pintar beranjak
Dari rumah rumah yang perlahan rusak
Namun perjalanan hanyalah untuk menemukan arah pulang:
Tempat di mana kau hidup dalam fikiran orang orang yang memikirkanmu

Aku semata mata hanya ingin hidup
Di matamu yang tak pernah redup
Tapi waktu selalu pintar merenggut
Apa saja yang memang bukan hak untuk dipungut

Setiap doa terselip namamu
Namun tak ada amin, yang bisa membawaku
pada masa lalu.

Saestu Saget
Magetan, 20 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *