Peradaban “Katanya”

 

Ada-ada saja
Mereka meretas malu
Tertancapkan di ujung-ujung gelak
Tertawa sambil memandangi jejeran status beralamatkan rindu
Keram jari-jarinya
Terlalu setia dengan papan pintar yang berbunyi setiap waktu

Zaman milenium.
Seakan melahap gelak yang hadir karena sapa

pixabay.com

Peradaban buta
Gadis-gadis bergincu mengumbar tawa di bingkai maya
Satu hati, tekan
Beribu hati, seakan melayang

Peradaban keliru
Protes tanpa pikir panjang
Membabat tanpa pilah-pilah
Hanya bersuara tanpa wujid nyata

Oh, pemudanya siapkan kamera
Berlagak dan berpose ria

Kupikir aku melihat
Peradaban “Katanya”

Camelia Arsen

Jangan Salahkan Micin, November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *