Titip Rindu Untuk Ayah

pixabay.com

Ayah…
Kini aku tak tahu harus bagaimana menyingkap takdir. Bagaimana agar kita terus satu atap? Terkadang sepi ini mengunjam detak hebat. Terpikir engkau di sana sedang menyuap apa. Dalam kesendirian, gelap gulita hanya ditemani sebuah lilin dalam atap kecil. Rintihanku terus mengalir.
Sering kubertanya, kapan Allah titipkan takdir bahagia? Aku rindu Ayah, rindu sewaktu kecil, dan rindu dogengmu, Yah.

Oleh: Pathiyatul Ilmi
15 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *