Kopi Dan Rindu Ayah

google.com

Dentingan gelas dan sendok bangunkan khayalku
Membentuk irama
Mengalun
Berputar
Cangkir kopi nan rapuh
Wajah ayah tersenyum menatapku dengan raut letih
Kerutan sudut bibir
Ujung mata nan sayu
Kucoba raih tatapan itu
Kau diam membisu
Lenyap meninggalkanku
Menyesak hati
Kucari engkau pada ruang sepi
Ada perih di ujung rindu
Ingin kuhirup lagi kopi seperti dulu
Kucoba alunkan kembali irama itu
Agar ku sampai pada tatapanmu
Biarpun semu
Namun sangat berarti bagi jiwa rapuhku

Karya: Mata Elang

Pekanbaru, 31 Oktober 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *