Memory kala Hujan

pixabay.com

Tentang gemericik yang memaki dasar debu
Tumpah berserakan lalu mengalir bersama pawang rindu
Tak ada lagi payung-payung menjadi atap
Hanya lalu lalang kendaraan berseragam anti hujan

Caranya terjatuh mengingatkanku
Sepersekian detik waktu kembali menguar
Menarik atensi ke masa yang terdalam
Akan hari di mana kau timang bahagiaku dalam dekapmu
Ah itu sungguh masa lalu
Tentang hujan dan ibu

Karya: Dwi Susiani

Bandarlampung, 09 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *