Hilang Arah

pixabay.com

/1/
Aku tak tahu ke mana lagi kaki ini melangkah. Peluh bercampur tangis senantiasa menjadi saksi bisu. Dunia fana bereuforia menertawakanku kala menyendiri. Langit dan bumi mengguncang sukmaku hingga patah kian bertepi.

/2/
Aku tak tahu ke mana lagi hati mengadu. Tuhan seolah mencampakkan wajah-Nya untukku. Kebimbangan memporak-porandakan iman hingga bungkam tak berkutik. Yang biasanya cahaya ilahi begitu mudah terbias mengusik hati. Namun kini hati itu hitam pekat di ujung roma kenistaan.

/3/
Aku seakan hilang arah tanpa henti. Mencoba meradang, namun tertampar kecewa. Mencoba bertahan, namun lelah kudapati. Meremas tubuh nan lemah dimakan sang waktu. Terseret gelombang napsu mengkelamkan. Hingga asa kering kerontang di pelataran senja.

Karya: Mata Elang

Pekanbaru, 13 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *