Duka

 

Baru saja sepenggal nama itu terbesit lagi
Memutarkan sebuah film berdurasi pendek
Mengulang semua kisah pilu bersama nama itu
Tanpa pernah dipinta
Rasa sesak menyeruak hingga tak mampu aku berdiri

Hujan dari pelipis mataku turun
Membasahi lembut permukaan
Telah kutemukan engkau alam berbeda

pixabay.com

Pernah kudengar itu karena kau banyak memikirkannya
Lantas bagaimana agar aku tak memikirkanmu lagi?

Pernah kubaca sepotong kata “Bukan melupakan melainkan menerima. Barang siapa bisa menerima dia akan bisa melupakan.”
Tapi sayang aku tak sepandai kata itu
Sudah kuterima takdirku
Namun aku belum juga bisa melupakanmu
Apa rasaku ini keterlaluan?
Atau aku belumlah bisa menerima?

Karya: Wandira Audiya Hardjo

Depok, 13 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *