Namamu Sungkawa

Karya

 

Septi Nofia Sari

 

Pernah kau rajut sebuah impian sederhana tentang hidup yang kau maknai sebagai perjalanan panjang

 

Pernah kau sulap ribuan jerami menjadi sebuah permadani yang kau jadikan istana tempatmu bertahta dalam keabadian

 

Pernah dengan serulingmu, kau nyanyikan kidung-kidung menyayat hati yang mendongengkan hikayat hidupmu yang teramat pilu

 

Pernah kau saksikan dengan binar matamu sebuah ceritera tentang darah, tangis dan isak akibat alam yang bergejolak murka

 

Kau terhanyut dalam ilusi

Bayangan jasad ayah, ibu dan saudara-saudaramu berputar di kepala bak kaset rusak yang terlalu sering dimainkan

 

Tentang ombak bergemuruh yang menghantam karang dengan kerasnya, memporak-porandakan hunian masa kecilmu

 

Permadanimu hancur berkeping-keping

Nyanyianmu memekakkan telinga

Burung-burung camar mengirimkan kabar duka, tentang hidupmu yang kini sebatang kara

 

Kau bersembunyi dari kepahitan dunia

Kau ayunkan langkah tergesa-gesa, melarikan diri dari angin laut yang mencengkeram nadi

Sejak saat itu namamu terkubur dalam pusara kedukaan

Luka dalam yang tak pernah kering tersebab keserakahan manusia

Tubuhmu terlempar dari masa ke masa

Menyaksikan pergerakan zaman yang semakin memiriskan

 

Dengan seruling tua, kau tapaki jejak-jejak kebengisan

Pandangan nanarmu tak pernah suci lagi, ternoda oleh kekotoran tangan kaum sesama

Kau terjebak dalam keniscayaan, kejahatan

Tak pernah lagi kau temui mimpi sederhana yang telah hancur berantakan

Kau abadi, dalam kedukaan

 

Namamu Sungkawa, tenggelam dalam sungkawa

 

Magelang, 11 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *