Jatuh Tak Selalu Sakit

pixabay.com

Kau berputus asa untuk sebuah kejatuhan yang membawamu pada titik terendah
Di bawah awan mendung kau mencaci dan memaki
Kau terduduk di rerumputan kering yang mati karena musim kemarau tak kunjung pergi

“Duh, jatuh memang selalu sakit!” kau mengeluh.

Perlahan langit menumpahkan rerintik air, menemanimu dalam kebimbangan
Butir hujan memelukmu dengan penuh kasih sayang
Memperdengarkan alunan musik dari butirannya yang menimpa tanah tandus
Mengajarkanmu arti sebuah lagu yang tak mampu dipahami siapa pun
Hanya padamu ia tunjukkan kisah indah di balik makna hujan

Tentang pengorbanannya yang menerobos awan hitam menakutkan
Tentang keteguhannya meski selalu jatuh dan jatuh, tak pernah mengeluh
Tentang kekuatannya yang meski tercambuk petir dan terombang-ambing oleh angin, tak pernah sekali pun ia merasa benci

“Jatuh tak selalu menyakitkan,” katanya.

Lihatlah ia,
Hujan yang selalu jatuh dan jatuh
Tak pernah ia merasa kecil makna
Karena meski harus mengalami jatuh hingga tak terhitung lagi jumlahnya agar dapat bermakna
Bermakna untuk bumi, kekasihnya

Lalu masihkah kau akan berkata bahwa jatuh itu sakit?

Oleh: Septi Nofia Sari

Magelang, 07 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *