Aku Dan Hujan Yang Kau Bawa Lari

pixabay.com

Kutemukan makna yang sempat kita perdebatkan
Kuyup dan menggigil parah
Seperti hipotermia kita di atas gunung Semeru
Harusnya kubakar saja semua siluetmu yang basah
Tapi aku tak mampu menemukan pemantik warna biru tua milikmu
Hingga kudiamkan saja mengendap di perapian batang otakku yang membeku

Kehadiranmu  merenggut kesadaranku pada bait-bait kenisbian yang parau
Semua seperti musim semi
Kau hangat namun begitu lembab
Lalu wajah-wajah itu menetes perlahan mengalir di aliran mata kita
Memerah dan meleleh di antara jemari waktu

Karya: Mata Elang

Pekanbaru, 07 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *