Setetes Air Mata

 

Air mataku tinggal setetes Tuhan
Sumur air mata di dunia ini telah tiada
Para pemuda menangisi asmaranya
Orang tua menangisi anaknya
Rakyat menangisi kesialannya
Pemimpin menangisi jabatannya
Para gelandangan menangisi koran bekasnya
Pengemis menangisi kalengnya
Borjouis menangisi kekayaannya

Air mata yang tinggal setetes ini,
Untuk apa Tuhan?
Sedang mataku tlah juling
Korneaku terlepas seiring hilangnya cinta terakhir dari bumi ini
Kelopak mataku dipinjam mawar untuk mengucap salam perpisahan pada sang akar

pixabay.com

Hanya tersisa satu tetes air mata Tuhan,
Sengaja kusembunyikan dalam helaian rambut yang memutih
Agar tak ada yang memperebutkannya
dan menciderai kemurniannya

Dunia kering airmata
Air mata tlah habis
Air mata disedot habis oleh para hati yang bengis
Air mata terbuang pada tong sampah kebiadaban masa

Tinggal setetes air mata ini, Tuhan
Ke mana harus kutumpahkan?
Sedang surga tak pernah kusapa
dan neraka tak ingin kujumpa,

Oleh: Maryamah Hasna

Malang, 29 Oktober 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *