November Dingin

pixabay.com

Satu-satu debu luruh
Katak di pinggir selokan bergumam tentang besi-besi yang cepat mengkarat
Air berjatuhan, langit bergemuruh
Bersinggungan dengan aspal hitam pekat
Segenggam kopi hitam yang berlarung bersama kisah
Air mendidih, tanganmu terangkat
Hendak meraih sesuatu yang kausebut “hangat”

Kau tahu musim sebelumnya, sawah-sawah mendingin
Angin memikat kaki-kaki kecil
Layang-layang putus benangnya
Ibu bilang, pancaroba
Angin dingin menusuk
Pagi, jari-jariku mengeriput

November, layang-layang tak lagi terbang
Kaki-kaki itu putar balik
Sambil berkeciprak dengan air
Berjingkrak-jingkrak bersama lelehan awan
Hujan, November kugenggam
Diriku meringkuk, November dingin

Karya: Camelia Arsen

Langit abu-abu, 08 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *