Hujan dan Laut

pixabay.com

Mungkin kau harus menjaring ikan di tengah laut kala hujan membadai agar takutmu jadi takluk, agar takutmu jadi puisi, dan puisi jadi sampan yang akan menyelematkan jiwamu.

Kau tak tahu, hujan itu sedang mengembalikan ingatan pada laut yang sempat ia tinggalkan. Dan ikan-ikan menjelma kata, mereka harus kau jaring lantas menyusunnya agar kau bisa membaca arti kecipak ombak, memaknai gigil palung terdalam juga isyarat dari kebisuan bebatu karang : rahasia.

Lalu sejauh apa puisimu berlayar?
Sebanyak apa ikan yang kau jaring?
Seburuk apa hujan yang membadaimu?

Kelak kau akan tahu, siapa di antara mereka -hujan dan laut- yang pandai berahasia.

Karya: Kharisma De Kiyara

Magetan, 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *