Relung Sunyi

pixabay.com

Rindu menyapu jiwa gersangku
Saat senja mulai turun
Saat itu kusebut rindu datang
Dibalut surut kopi hitam panas
Aku khawatir bicara soalan ini
Sulit meracik penawar sebab
Bayangmu serta merta hadir
Saat secangkir kopi di tengah senjaku mengepul
Buatku sulit lupakanmu
Aku tak termakan rinduku padamu
Namun aku bisikkan pada-Nya

Rindu terus membumbung
Takkan pernah usai
Hingga Aku bertemu denganmu, kawanku

Karya: Mata Elang

Pekanbaru, 01 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *