Perihal Pementasan

pixabay.com

/Penokohan/
Semua sibuk memerankan dan membaca naskah masing-masing, kertas itu berubah menjadi lembab dan memeluk relung.
Relung merekah dan setelah itu semuanya menjadi panik, ada yang salah dengan naskah kami. Sutradara terbunuh dengan kertas menancap di sela tubuhnya yang sedang di make up .

/Make Up/
Kami duduk beriringan, menunggu waktu untuk dilukai, bedak, gincu, cat warna-warni. Semuanya di siapkan untuk membunuh kami perlahan, merubah kami menjadi patung lilin yang siap untuk di mutilasi.

/Lighting/
Mulut kami mulai meracau, digiring ke depan, dan perlahan ditertawakan. Ketika semua lampu menyala kami mulai mati, ruh kami perlahan melangkah menjauh. Tidak lama kemudian lampu mati dan ruh kami kembali ke haribaan ayah.

/Ke haribaan dan ibu mati perlahan-lahan/

Karya: Dimas Ridho

2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *