Memetik Airmata

pixabay.com

Hujanmu jatuh di halimun senja
Di lekuk bebatuan cadas menghitam
Langit pun berkeluh sepenuh kelam
Menyepi raut wajah lelah sang bulan

Airmatamu keruh mengering
Menggenang tanah kering kerontang
Di sela pekik tangis bocah malang
Puing rumah berhamburan
Alam menyapa getir malam nan suram

Kupetik setetes airmatamu
Kutuang di cawan sepenuh malam
Tawa durjana penista kalam
Teruntai sekerat doa di pagi yang muram

Karya: Mata Elang

Pekanbaru, 01 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *