Lelaki Penggurat Senja

pixabay.com

(1)
Dirinya terhanyut ide menggelayut di tepian hutan kering kerontang nan bermandikan terik matahari. Termenung nyanyian suara burung pipit nan merdu menggetar hatiku kala menyepi. Dihirup aroma kopi hitam membangkitkan gairah menulis. Beginilah rutinitas lelaki penggurat senja di halimun senja berlapis rindu.

(2)
Ia coba merangkai seuntai kalimat penyejuk kalbu dalam diary berdebu nan kusam. Berseliweran segala diksi berjujai yang mengaduk-aduk pikiran. Dipetik satu persatu kata-kata kian merambah cakrawala. Dirangkai indah membentuk untaian simfoni senja bergelut canda tawa demi hilangkan sedu sedan tak terperikan.

(3)
Lelaki penggurat senja bercengkerama dalam segudang mimpi bereuforia. Memoles asa terpecikkan getar getir harapan tersisa di tepian surga menapak langit. Sayup matanya memancarkan isyarat pilu tak terbiaskan. Memendam pilu menjadi kesehariannya agar tak dianggap lemah tak berdaya. Hingga ia lelah akan kefanaan dunia merajam setiap linu kehidupan. Hanya menorehkan catatan hati ia selipkan di pusara kesendirian.

Karya: Mata Elang

Pekanbaru, 01 November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *