Ayah

pixabay.com

Ayah
ada yang belum aku tuntaskan dalam hasrat di setiap detak jantung dan darah nadimu mengalir
di setiap hela nafasmu ada rindu yang belum sempat aku pentaskan.
di matamu ada hajat yang masih membungkam angan
di lisan tak berdosa. Ada doa tempat aku tahtakan segala asa yang tak lagi semu

Ayah
jari-jari ini masih mengores tinta di setiap lembaran kertas. Kaki ini tengah berteduh di gubuk tua gudangnya akal. Belum sempat aku melangkah di bank berduit
melengang di gedung bertingkat kemewahan. Tapi baktiku padamu akan tetap bergelar raja. Doaku untukmu akan tetap menjadi mahkota

Ayah
cita-citaku masih sepengal doa. Aku tidak ingin hilang dalam syair harap doamu. Kelak suatu masa aku hanya ingin engkau masih ada disini. Menjamah hasil dikado yang tak beralas nyawa. Hingga dunia menjadi saksi
ada rebahan surga di wajahmu

Karya: Mata Elang

Pekanbaru, 31 Oktober 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *