Memori Tentang Kita

 

Ketika pertemuan bermula
Tak pernah berpikir untuk berpisah
Ketika tawamu menghapus dukaku
Tak pernah berpikir
Saat punggungmu membelakangiku

Di sini kuberada
Dapatkah aku terus bersembunyi?
Dari kenyataan yang menghujam
Berdiri tegak, terus memaksaku
Tuk menerima kenyataan pahit
Bahwa perpisahan itu nyata

Meski langkah terus berayun
Kucoba tuk berhenti sejenak
Merenung dan terdiam
Mengingat memori indah bersamamu
Jika kuteruskan langkah ini
Semua kan tinggal kenangan

Masih ingatkah kau?
Saat pertama kali kita berjumpa
Berpegang tangan tak terpisah
Menyambut hari dengan gegap gempita
Mencari tahu arti setia

pixabay.com

Saat perpisahan berembus
Jeritan hati kecilku terasa pilu
Haruskah kulepas pelukan ini?
Membiarkan hangat itu hilang?
Menyisakan air mata yang tak henti-hentinya sirna

Waktu terus mengalir
Jarum jam tak kan pernah berhenti berputar
Meski jarak terbentang jauh
Saat kita memilih arah
Tuk mengejar asa

Ego yang menyeruak
Memaksaku tuk memutar kembali waktu
Saat kita bersama
Jangan harap kerelaan dapat terucap
Akankah rasa ini terkenang?
Atau hilang tersapu angin?

Percayalah!
Memori itu akan tetap terasa
Memori tentang kau, aku, dan kita
Terukir dalam balutan kasih sayang
Yang tak kan pernah sirna
Selamanya…

Perpisahan adalah upacara menyambut Hari Penuh Rindu

Buah Karya: Tiara Agustina Putri (7A/SNIPER)

Jember, November 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *