Anyelir

pixabay.com

Kehilangan menyisakan banyak cerita dan rindu di hati yang papa. Rindu terpaksa tinggal berlama-lama sampai waktu menjadi tiada. Lalu, kesedihanlah yang setia menjenguk, ia memberikan tempat untuk menggenangkan airmata.

Airmata menyirami anyelir yang terluka sebab perpisahan telah menanamnya sebagai rindu. Ia akan senantiasa merekah di setiap waktu.

Waktu mengajarkan padanya, bahwa kesedihan harus dipangkas habis, supaya rindu menjadi doa, dan doa memekarkan kelopaknya.

Karya: Kharisma De Kiyara

Magetan, 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *