Musim yang Berganti

;Nurul Yaqin

Di penghujung tahun, aku masih di sini,
Menunggumu hingga bulan berganti mengiringi kedatanganmu,
Genggamlah jemariku saat musim penghujan, kuatkanlah langkahku di atas kemarau yang kerontang,
Musim adalah potret kehadiranmu yang akan menorehkan janji suci
Kau izinkan kempompong yang menggantung di reranting kering dalam puasa agar mengepakkan kedua sayapnya,
Melarungkan kesendirian yang bertahun-tahun diombang-ambingkan lautan sunyi

Kau akan menuntunku ke dermaga rindu yang tidak akan pernah disekat merananya jarak, seperti waktu-waktu usang dahulu,
Hatimu lunas dimaktubkan untukku, di atas lembaran bertanda tangan janji setiamu,

Entah januari bunga bermekaran, atau pelangi tumbang di lembah-lembah hutan, tetap akan kutegakkan kakiku untukmu, usai kelelahan menenun penantian panjang dengan senyuman manjaku.
Kau adalah sayap kananku, sementara diriku adalah sayap kirimu, kedua sayap itu menjadi kita yang utuh
Kita akan bersama-sama mengumpulkan bunga-bunga kemboja di pemakaman
Sebagai bukti prasasti perpisahan.

Magelang, 02 November 2017.

Titin Widyawati.

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *