Hanya Sepintas

pixabay.com

Kau tak tahu bahwa aku teramat mengagumimu
Bak duri mawar yg menyakiti
Jika tak kudapati di tangan
Sejatinya relung hati hanya hasrat
Keselarasan jejak yang bersentuhan
Selalu meninggalkan bekas yang dalam
Kau tahu…
Sedari dulu kulihat eloknya senyum itu
Seakan merintih menyiksa bibirku
Tuk mengucap kalimat agung
Sempatkan nada indah mencabik hati
Luluhlantahkan bualan kenikmatan
Selalu terbersit syahdu ketika itu
Kau tahu….
Jeritan luka yang tak bisa aku enyahkan
Lukisan darah yang tak berhujat
Selalu aku mengumandangkan gumam di tiap embusan
Bila kau berlabuh dengan filosof lain
Aku hanya tak berani menghujat
Hanya menunggu dan mengharap
Kau tahu….
Gaun indah yg terlilit di lemari itu
Secercah wajah pucat pasi
Juga kebimbangan yang muncul
Kala kudapati gaun itu di tanganmu
Sekeliling memperhatikan, tapi terabaikan
Hanya kau yang mampu membuat mata tenggelam
Tapi kau tahu….
Kau hanya akan belajar melepaskan
Dan merelekan kepergianku
Setelah sukma hanya terpaut padamu
Apalah daya jika itu yang kau mau
Berulangkali kukatakan
Aku hanya melihat getaran itu
Tuhan pun akan melihat
Karena jika sudah takdir
Ke manakah kembali?

Mas Haris

Malam Senyap, 29 Oktober 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *