Cerita-cerita yang Kerapkali Disembunyikan

Untuk: R

/./
Kau kembali lahir,
Kali ini selepas hujan.
Kau kerapkali bersepakat dengan alam:
Melukis pelangi,
Menahan senja.
Merakit hujan.

/?/
Hujan lenyap,
kau adalah tetes terakhir
yang menggantung di awan.
Orang-orang datang, mereka heran,
Dua pelangi lahir dalam waktu bersamaan.

/,/
Kau tentu paham,
Hidup adalah sebuah perkawinan.
Bahagia adalah malam pertama.
Dan kesedihan, adalah semangkuk sarapan dan secangkir kopi.
Namun kau kerapkali curang:
Lenyap di dengusan pertama, lalu (kembali) lahir di puncak tertinggi.
/!/
Kelahiranmu selalu menimbulkan pertanyaan.
Dua pelangi lahir dalam waktu bersamaan.
Namun aku tak lagi heran:
Lantaran, kau kerapkali datang pada waktu yang tak diharapkan.
Lalu pergi pada waktu yang paling dinanti.

Oleh: Sapta Arif 

Surakarta, September 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *