Anak Pinggiran

Alur sungai tak tahu arah, di pagi itu

Anak pinggiran berjalan di setapak ilalang
Berteman bunga riang
Bersaksi batu, hitam legam
Jalan berliku mereka hadapi
Ganas binatang mereka tak heran.

Hanya satu tujuan…
Hanya satu haluan..
Pendidikan
Ya.. pendidikan
Anak terpinggirkan.

Dalam raut wajah, komat kamit..
Dalam langkah kaki ringan angin
Serdadu.. bak serdadu…
Mereka tiada ragu

Waktu masih pagi menari
Bukan waktu bercanda lagi
Mereka berlari tunggang – langgang
Berimaji
Bak merpati
Apa yang kau cari?
Wahai pemburu mimpi!

Baju lusuh, tanpa alas kaki
Di ujung negeri berterbangan
Mereka kejar mimpi tiada henti.
Rasa takut datang menghampiri
Mereka tiada letih

Kilometer bukan hambatan
Jurang dalam hiburan
Wajah puas bak mentari
Telah sampai di gerbang mimpi
Satu, dua, tiga
Belajar angka, mengira.

Di hati mereka ada cita
Di jiwa mereka ada bangsa
Di tangan kita ada uluran

Buka mata sampai gersang
Langkah kaki gugur
Di medan pendidikan
Pulang pergi alur sungai menari.

Bukan emas berkilo mereka harapkan
Bukan gedung megah mereka dambakan
Hanya seutas harapan
Ya… pendidikan
Agar masa depan tidak kelam.

Ingin kubercerita lewat tulisan
Bait- bait
Puisi…
Anak pinggiran
Namun goresan tinta telah usang, namun
Tulisanku dimakan zaman.

Terpaut zaman lintang pukang
Zaman pendidikan
Ya…
Bicara kepedulian
Pendidikan…
Pengharapan anak pinggiran.

Ibon noval.
Indragiri Hulu, Riau 25 September 2017.

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *