Ibu

 

Langkah kaki
Mengalahkan senja
Menuai sebuah harapan tertunda
Di kertas biru tua

Aku mengernyitkan dahi
Berpapasan lupa
Kosong tiada henti
Halusinasiku pun jauh terjang
Menerjang ribuan ombak di tepi pantai

Ibu!
Kau adalah bidadari
Wanita tercantik
Sahabat terbaik
Guru kasih sayangku

Ibu!
Berapapun hektar alam menghamparkan luas
Berapapun dalam lautan menjelaskan bahaya
Langkah kaki tak akan pernah terhenti
Hanya untuk melukis sebuah senyuman
Hanya untuk membuatmu menangis
Karena bangga atas anakmu

Ibu!
Meskipun puisi tak enggan menyoretkan perjuangan
Meskipun sebuah lagu tak tersisa tentang seorang anak
Namun hakikat niatku
Untuk membahagiakanmu
Tak akan pernah pudar oleh waktu.

Oleh: Lulu’ Ulfiyah Aprilia 
Asrama UTM, 22 September 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *