Pagi Terakhirnya

Pagi itu
Aku masih sempat menemuinya
Menatap celah keriput wajahnya
Melukis senyum di bibir lemahnya
Seladu kapur batu
Menularkan aroma manis berladu
Menitahkan cahaya harum bak merdu

pixabay.com

Sore, jam lima lewat empat puluh
Kejadian aneh menimpa dirinya
Mengusik kekuatan yang semakin melemah

Hatiku berdebam keras
Terbentur tanpa penglihatan puas
Seakan aku tak mampu membawanya bebas
Saat tubuhnya mulai terkulai lemas

Aku tak bisa menghukumnya
Dalam diam kata ikhlas
Bersemayam hati tanpa tuntas
Di persemayaman terakhirnya
Oleh: Lulu’ Ulfiyah Aprilia

Desa Rompeng, 03 augustus 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *