AWAL JUMPA SAMPAI TELAGA BERGEJOLAK HAMPA

 

Perempuan di penghujung senja
Menumpas mataku hidup-hidup
Dan membuang tubuhku ke sangkarnya
:Darah yang berhamburan
Bau pekat menguap menyentuh-nyentuhkan dirinya
Di bibirku

Di tubuh gunung yang tak runcing, sekali lagi
Kutemui ia dengan senyum yang sama
Kali ini menumpas hatiku
Dan mengatupku pada jemari-jemarinya yang bergetar
Mengigil kelam di dinding alam
Ia bungkam
Bungkam kepada ujung-ujung mata penghujam

Selalu kutanya arti langkahnya bilaku berpagut dalam doa
Tapi Tuhan sirna
Seperti kenangan yang tak pernah kujumpa
Mengisi lembar hidupku
Menari tanpa nada tapi tak berujung kaku
Muslihat langkah gerilya

Basah!
Ia basah sewaktu aku menyebut namanya dalam akalku
Mengaliri sel-sel kepalaku yang kaku;
Bersih!
Ia bersih sewaktu aku terbujur kaku dalam renungku
Mengibas-ngibas peluhku

Mengapa dirimu,
Perempuan dengan kain penutup leher yang jenjang
Di mana kata diadili tanpa fakta?

Aku tak menemukan apapun
Tapi akupun tak mampu terlontar jauh darimu.
Sungguhkah masih ada rahasia di balik
Senyummu?

Karya: Burung Gereja 

Langit Purnama, 20 September 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *