Doa Selamat

: Rohingya
Selalu saja matanya yang bicara sebab kata-kata telah ditelan dan tak lagi bisa muncul ke permukaan : bicara
Mereka hanya butuh tempat lapang melepas lelah, istirahat
Mereka hanya butuh kelayakan hidup sebagai anak Adam, sebagai kau, sebagai saya, sebagai kita semua yang diciptakan ada untuk meniadakan sengketa, untuk membentuk keselarasan hidup
Dalam napas yang takut-takut berembus, disertai bibir mereka tak lagi sanggup bersuara. Terlalu hibuk nelangsa itu, banjir darah dan airmata menyapu habis kata-kata di benaknya

Lihat!
Lihat mata mereka yang merah, yang nanar, yang mengerjap-ngerjap cemas. Tumbuhkah ibamu di benak? Sudikah kepalamu memangkas habis lebat telengas dan membaca tatapan mereka, di bola kaca yang berkelip-kedip itu?
Bahwa doa-doa mereka telah menjadi sungai aliran duka yang mengharap keselamatan sampai ke muara.

Kharisma De Kiyara 
Magetan, 15 September 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *