Sepotong Mimpi yang Kandas

Separuh hidup hilang
Tatakala dihujam duri menyesakan dada
Serasa jiwa bergeming
Pucuk jenuh menyeruak tiada henti
Lagipula kemana seuntai harap kurangkai
Semangat yang dulu berapi-api
Kini padam diterpa embusan putus asa
Sepotong mimpi menjadi peraduan hidup
Bertahan pada puing asa tercerai berai
Hanya saja harapan sirna sudah
Meninggalkan deraan pilu berurai air mata
Yang kini hanya pungguk merindukan bulan

Ikhsan ArdiĀ 

Pekanbaru, 14 September 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *