Segenggam Doa

Mataku menatap langit gelap penuh bintang bersanding rembulan
Khayalku kembali menelusuri jejak kepergianmu
Kembali menerawang jauh masa lalu
Tak terlampaui
Tanpa kusadari airmata meleleh tak terkira

Kepingan rinduku tak mampu kuberi padamu
Sebab waktu pun jarak memisahkan
Tanpa pernah mengerti
Apalagi peduli

Hatiku kini merindu
Sosok wanita yang kala itu kupeluk erat
Sembari membelai lembut rambutku, ia berkata:
“Sudahlah, jangan menangis.”

Rindu itu kini kusalurkan
Melalui segenggam do’a berserta harap
Pada Sang Ilahi

Depok, 14 September 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *