Kontradiksi kata-kata

 

Selarik garis di bawah lipatan kerut mata
Mulai basah dengan air mata
Ketika kau menatapku dari balik kaca mata Nyaris tanpa kata, tanpa mata-mata

Kata-kata berlari
Tanpa henti
Merintih tiada spasi
bahkan Intruksi kini beku ; nyaris mati

Perlahan selayang kata terlepas begitu saja
“Jika iya kenapa harus berkata tidak”
Kau alihkan pandangan dan pergi tanpa bicara

Yuri

Malang, 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *