Dalam Diam

 

(1)
Ada kerinduan yang belum terjamah
Tatkala kebencian menyeruak tiada arti
Ingin maksud hati berkata tidak
Tetapi Peraduan akal pikiran nelangsa
Hanya saja nafsu mendongak
Lalu menyelimuti rapuh jiwa
Hingga tak tahu arah tuk kembali

(2)
Berusaha menemukan kembali sekeping hati
Namun tercerai berai
Mengutip semangat di persimpangan beralaskan duri
Selalu menorehkan luka sembilu
Entah bagaimana kaki melangkah
Berdarah-darah walau jasad tak merasakan
Hati pun tak tahu harus mengadu pada siapa
Terlunta-lunta dalam jurang kegelapan kelam
Biarlah perih jiwa kubawa lari
Sejauh mana aku mampu bertahan
Dari terjangan ombak kehidupan ganas
Yang menjadi suratan takdir hidup
Demi mengarungi samudera ketenangan jiwa

(3)
Derai air mata menyiratkan rindu mendalam
Pada mereka yang membuatku bertahan
Pada mereka yang menyayangiku walau tak bisa kubalas
Sampai suatu saat mereka menyadari
Betapa aku sangat menyayangi mereka
Walaupun hanya diam seribu bahasa
Biarlah air mata ini mengering
Biarlah sepotong hati ini terkucilkan
Asalkan tak ada pergulatan bercekit menyisakan nganga luka
Hingga cinta dalam diam tetap menyemai asa
Dalam secuil harapan yang tak pernah dianggap

Ikhsan Ardi

Pekanbaru, 14 September 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *