Padang Purnama

Inilah waktuku kembali

Bukan pulang ke gubuk yang dilumat ilalang
Tapi merangsang tawa-tawa ria
Seribu nama
Dan menukik harapan di padang mimpi
Milik penyejuk hati

Kutarik garis-garis bujur
Membelah laut antara utara dan selatan
Kutitahkan kata cinta
Lepas nafsu membelai jari-jari muda
Membangun pasak-pasak abadi bagi rumah
Kekekalan cumbu

Dari hitam mata ini kubentuk sekat-sekat cerita
Biar bocah-bocah hari esok tahu
Aku tak butuh nama
Selain melihat tawa bergelantungan rapi
Untuk melepas rangkai sabda
Dari ambang hati
Kesedihan yang melipur langkah kaki

Kan kututup nasihat para tua
Dengan secangkir garam kehidupan
Dan ukir nisan yang indah

Kelak kau kan tahu
Arti gerimis di padang purnama

Langit Cerita, 10 September 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *