Kabar Menuju Senja

Jejak-jejak di bahu jalan sewaktu menuju senja

Menangis tertatih didera hujan
Tiba-tiba

Gemuruh berserakan mencumbu lintah
Tak peduli kepada mata para puan
Yang berselonjoran meriba duka
Dan ditelinga mereka mendengkur lelah
Lelaki perkasa

Batu-batu kerikil pasrah
Ketika air mendorong mereka ke hilir
Waduk yang melumat segala bentuk
Kabarnya dari tetua
Sekadar nama untuk didoakan lalu setelahnya
Tiada kenangan mengisi hari-hari

Serumpun doa ditata
Segala wajah memenuhi kepala
Gelisah berselancar di antara pori-pori
Peluh saling sesah merebut ujung jemari
Tak ada yang kaku
Tak ada yang diam dalam palung jiwa
:rantai-rantai yang berantakan

Dan seorang anak kecil
Berlari-lari di tanah lapang
Dengan mata membara
“Ayah, peluk aku dalam jiwamu”

Langit Rasa, 10 September 2017

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *