Serambi Keheningan

Hiruk pikuk kota kian menggila
Volume suara terpaksa keras
Untuk sekedar bertutur sapa
Seakan dunia menyempit
Semua serba salah
Dan segala ruang dipenuhi amarah

pixabay.com

Jejak kaki sekarang hilang
Dimana – mana hanya ada lantai keras kehitaman
Panas, setiap saat berikan ancaman

Hilir mudik mulai lenyap
Kabut senja menyelinap
Sisi kehidupan keras perlahan melunak
Namun…
Tak kusangka malah semakin menakutkan
Perlahan senja berpamitan
Digantikan malam
Berikan keheningan
Juga cekaman buruk tentang kehidupan
Ahh… rasanya aku harus pilih
Sisi mana aku harus bertengger menatap kehidupan
Juga berselancar hantam ombak
Demi masa depan

Abdul Muhaimin
Malang, 5 sept ’17

Please follow and like us:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *