Magnolia. Tempat dimana aku biasa menghabiskan waktuku dengan secangkir kopi hitam panas tanpa gula, seusai pulang kerja. Melepas penat bagi seorang pria berusia hampir tiga puluh tahunan itu memang sangat dibutuhkan. Telebih lagi bagi mereka-mereka yang memiliki masalah pribadi …
  Udara bulan Mei hari ini terasa benar-benar panas. Baru saja beberapa hari lalu hujan mengguyur deras ibukota, hingga tak ada lagi celah bagi matahari ‘tuk bersinar. Namun sekejap saja panas menerkam beberapa pejalan kaki dan penghuni jalanan Ibukota dengan …
Kau selalu menyangkal apa yang mereka katakan tentang kehidupanmu yang tak lagi sehat itu. Lebih tepatnya tentang kejiwaanmu yang sedikit terganggu di mata mereka, keluargamu. Sejuta alasan kau lontaran demi membela diri dari sergapan pertanyaan mereka yang selalu menyinggung kepribadianmu …
Kutatap kupu-kupu yang sedang asik meliuk indah itu, kelincahnya membelah celah-celah langit dengan gerakan anggun itu sungguh membuatku tepukau sesaat. Jika dilihat lebih seksama, ia begitu bahagia sejak memulai persahabatannya dengan angin sore. Mengagumkan. Mereka bersama-sama menciptakan irama selaras dalam …
“Your lie in april, Zoran! I hate you!”   Langit sore ini telihat sedang dalam suasana berkabung. Jeritan tangisnya jelas terdengar dari sudut atas kota. Kerjap mata pembawa cahaya terang membuatku tersentak dan bearkhir menatapnya sesekali. Tak sampai hitungan jam, …
  Bibir angin menelisik jauh di keheningan malam sembari membawa beberapa aroma nikmat yang begitu menusuk hidung seorang wanita tiga puluh tahun dengan pakaian serba mininya duduk di ambang pintu rumah. Disulutnya sebatang rokok yang sedari tadi sedang asyik diputar-putarkan …
Dan sekali lagi, Tuhan memperingatkanku dengan mesra. Menunjukkan semua ketidakmampuanku dengan sempurna, tanpa sedikit pun membuatku marah, kecewa. Tapi satu hal yang benar-benar tak mampu kuhindari dari gahamnya. Ketakutan. Hanya itu saja. Lututku lemas, tubuhku serasa tak sanggup lagi menahan …
  Sepasang merak khatulistiwa ingin melukis awan bergolak Hamparan sawah menjadi landasan penyempurna niat suci Tatkala rembulan jatuh menelusup di kubangan Ia singkap, tampaklah bocah sedang menari jalang lalu hilang seakan menyatakan diri ingin lantunkan syair pujangga. Pada hening sejumput …
  Di rona wajahmu hujan berguguran satu satu dentang gemuruh, laksana meriam terbelah aku diam mencari jawaban. Ada apa dek? katakan padaku kan kujampi hujan jadi telaga menjelma teratai seputih salju kecipak ikan berenang riang pelanduk pun takkan kesepian. Ada …